Kisahku
Aku lahir dari keluarga yang sederhana,aku anak ke dua dari dua bersaudara.Waktu itu sekitar 4 tahun yang lalu aku menjalani kehidupan tanpa tujuan .Setelah lulus SMK aku hanya pengangguran,Merasa tak berguna karena berbanding terbalik dengan kakak laki-lakiku yang lulusan Sarjana Agama Buddha Disalah satu perguruan tinggi swasta di Ampel.
Setahun Berlalu tanpa ada kesan,Dirumah tak nyaman pergi pun segan .Pada Suatu hari aku bertemu dengan teman satu angkatanku di SMK.Dia mengajakku kerja ,memikul beban hidup diri sendiri di tengah kerasnya persaingan mencari uang.
Awalnya aku tak berminat,namun tuntutan keluarga yang terus mendesak akhirnya akupun luluh dan menyerah untuk mengabdikan hidupku sebagai robot bernyawa yang mengais rejeki menjadi karyawan di salah satu pabrik di daerah Salatiga.
Hari berlalu,gaji pertama enam ratus ribu sebagai karyawan training habis dalam 1 Minggu.Aku kesal,geram.Namun berkat ketlatenan dan terdesak oleh keadaan akhirnya aku hanya bisa pasrah.
9 Bulan terasa sangat lama karena aku tak sepenuh hati bekerja.Saat aku putus asa,datang berita bahwa aku diangkat menjadi karyawan kontrak selama 6 bulan ke depan.Harapan baru pun muncul.Aku berani kredit sepeda motor ya walaupun bekas dan usang.Kujalani hariku dengan semangat baru dan sampai suatu ketika setelah 5 bulan menjadi karyawan kontrak akubertemu teman yang kuliah di salah satu Sekolah tinggi ekonomi di Klaten dan dia berkata : “Apa nanti kamu akan menjadi buruh pabrik seperti itu terus Ber?” (sapaanku).
Kata-kata itu selalu terngiang dalam benakku setiap aku pulang kerja.Sampai suatu hari ada brosur yang kulihat di pinggir jalan .Brosur itu berisi tentang pendaftaran sekolah Di salah satu perguruan tinggi Agama Buddha Smaratungga Ampel.Tak tahu mengapa aku tertarik dengan brosur yang kulihat sekilas itu.
Aku mencari tahu informasi lebih lanjut dari temanku satu angkatan SMK yang lebih dulu kuliah disana. Berkonsultasi dengan keluargaku yang akhirnya mendukungku.Dan pada bulan Agustus 2013 aku memberanikan diri mendaftar di STIAB Smaratungga.Dari awalnya aku yang tak pernah mempelajari Buddha Dhamma lebih lanjut akhirnya harus membiasakan diri belajar bertahap saat ada mata kuliah yang berhubungan dengan Buddha Dhamma.Sedikit demi sedikit aku belajar untuk memimpin puja bakti pada kegiatan sekolah minggu maupun di masyarakat.Ya meskipun aku belum fasih atau khatam untuk menghafal Sutta tapi setidaknya aku bisa berubah lebih baik daripada kehidupanku yang sebelumnya dan dengan harapan baru ,semangat baru tentunya agar mempunyai pegangan di kehidupanku kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar